Selasa, 12 November 2013

manajemen keuangan lanjutan



MAKALAH MANAJEMEN KEUANGAN LANJUTAN
“Capital Structure”
Untuk memenuhi tugas akhir mata kuliah Manajemen Keuangan Lanjutan
Dosen Pengajar Nurdin, SE.,MSi.




Disusun oleh:
Silmi Millatina             10090311180
Manajemen kelas B


FAKULTAS EKONOMI MANAJEMEN
UNIVERSITAS ISLAM BANDUNG
2013





KATA PENGANTAR
Puji syukur penyusun sampaikan kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat-Nya penyusun dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Capital Structure. Makalah ini diajukan guna memenuhi tugas UAS matakuliah Manajemen Keuangan Lanjutan.
Penyusun mengucapkan terimakasih banyak kepada semua pihak yang membantu sehingga makalah ini dapat diselesaikan tepat  pada waktunya. Makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu penyusun mengharapkan kritikdan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini.
Semoga makalah ini memberikan informasi kepada para pembaca dan bermanfaat untuk pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi para mahasiswa khususnya mengenai Manajemen Keuangan mengenai capital structure.






Bandung, 11Juni 2013

Penyusun




 

PERSEMBAHAN
Denganmengucapkansyukur Alhamdulillah, sayapersembahkankaryakeciliniuntuk orang-orang yang sayasayangi:
·         Ayah ibundatercinta, motivator terbesardalamhidupsaya yang takpernahjemumendaoakandanmenyayangi, atassemuapengorbanandankesabaranmengntarkansayasampaikini. Takpernahcukupsayamembalascinta ayah bunda.
·         DosenManajemenKeuanganBapakNurdin, SE.,M.Si yang selalumemberikanmateri yang bergunauntukmemenuhitugasakhir semester 4. Tanpabimbingannyatugasinitidakakanterselesaikan.
·         Teman-temansayaVola, Faridah yang selalusetiamendengarkankeluhandanselalumemberikanmasukanmengenaitugasini.
·         TerimakasihkepadaFebyNugraha yang selalumensuportsayauntukmengerjakantugasmakalahini.
·         Nabi Muhammad SAW yang telahmemimpinumatislamhinggaakhirhayatdanmenjadipedomanumatislam.
·         Tuhankita Allah SWT yang telahmemberikanrahmatdankarunianyasehinggamakalahinidapatterselesaikantepatwaktupadawaktunya.
                                                                       








DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR i
HALAMAN PERSEMBAHANii
DAFTAR ISIiii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 LatarBelakangMasalah 1
1.2 Identifikasi Masalah 2
1.3 TujuanPenulisan 2
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Modal danStruktur Modal 3
2.2 TeoriStruktur Modal 3
2.3Faktor-Faktor yang MempengaruhiStruktur Modal7
2.4Jenis-Jenis Modal 8
2.5KomponenStruktur Modal 9
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan 11
3.2 Saran  11
DAFTAR PUSTAKA12





PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Salah satu keputusan penting yang dihadapi oleh manager keuangan dalam kaitannya dengan operasional perusahaan adalah keputusan atas Struktur Modal, yaitu keputusan keuangan yang berkaitan dengan komposisi utang, saham prefen dan saham biasa yang harus digunakan oleh perusahaan.
Keputusan Struktur Modal secara langsung berpengaruh  terhadap besarnya  risiko yang ditanggung pemegang saham beserta besarnya tingkat pengembalian  atau tingkat keuntungan yang diharapkan.
Keputusan Struktur Modal yang diambil oleh  manager tersebut tidak saja berpengaruh terhadap profitalitas perusahaan , tetapi juga berpengaruh terhadap resiko yang dihadapi oleh perusahaan.
Struktur Modal merupakan pilihan pendanaan antara utang dan ekuitas. Teori yang menjelaskan hal tersebut antara lain Teori Trade-Off, Teori Pecking Order, dan Teori lainnya.
Sturktur modal termasuk dalam lingkup keputusan pendanaan. Bidang keputusan ini berkaitan dengan sisi kiri neraca.
Secara umum perusahaan dapat memilih di antara banyak struktur modal alternative. Pilihan tersebut bisa di misalkan misalnya dengan cara mengeluarkan sejumlah sekuritas hutang atau sebaliknya hanya melibatkan hutang yang sedkit. Hal tersebut juga dapat dilakukan dengan cara menerbitkan saham biasa, saham preferen dengan bunga mengambang, waran, obligasi konversi, sewa guna usaha, kontrak forward, atau sejumlah ekuritas syariah.
Karena jumlah instrument keuangan   yang relative banyak, maka variasi dalam stuktur modal juga menjadi tidak terbatas. Oleh karea itu dengan pertimbangan untuk mempermudah analisis dan menyederhanakan ilustrasi maka makalah ini hanya berfocus pada saham biasa, obligasi, dan sumber dana jangka panjang lainnya.


1.2 Identifikasi Masalah
Dalam tulisan ini, Penulis akan membahas dan berfokus pada :
1.      Apa pengertian modal dan struktur modal itu sendiri?
2.      Bagaimana pendapat atau teori-teori tentang struktur modal?
3.      Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi dalam Struktur Modal?
4.      Apa saja jenis-jenis modal?
5.      Apa yang menjadi komponen struktur modal?

1.3 Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan ini adalah sebagai berikut :
Untuk mengetahui faktor faktor apa saja yang paling mempengaruhi dalam pengambilan Keputusan Struktur Modal  suatu perusahaan.













BAB II
PENGERTIAN DAN TEORI STRUKTUR MODAL

Untuk mengetahui Pengertian Struktur Modal, maka dengan ini dapat dijelaskan tentang Definsi Modal dan Definisi Strukutur Modal sebagai berikut :

2.1. Pengertian Modal dan Struktur Modal
Modal adalah hak atau bagian yang dimiliki oleh pemilik perusahaan dalam pos modal  (modal saham), keuntungan atau laba yang ditahan atau kelebihan aktiva yang dimiliki perusahaan terhadap seluruh utangnya (Munawir,2001).
Modal pada dasarnya terbagi atas dua bagian yaitu modal Aktif (Debet) dan modal Pasif (Kredit).
            Struktur Modal adalah perimbangan atau perbandingan antara modal asing dan modal sendiri. Modal asing diartikan dalam hal ini adalah hutang baik jangka panjang maupun dalam jangka pendek. Sedangkan modal sendiri bisa terbagi atas laba ditahan dan bisa juga dengan penyertaan kepemilikan perusahaan.
Struktur Modal merupakan masalah penting dalam pengambilan keputusan mengenai pembelanjaan perusahaan. Untuk mengukur Struktur Modal tersebut maka dapat digunakan beberapa Teori yang menjelaskan Struktur Modal dalam suatu Perusahaan.

2.2. Teori Struktur Modal
·         Teori Pendekatan Tradisional
Pendekatan Tradisional berpendapat akan adanya struktur modal yang optimal. Artinya Struktur Modal mempunyai pengaruh terhadap Nilai Perusahaan, dimana Struktur Modal dapat berubah-ubah agar bisa diperoleh nilai perusahaan yang optimal.
    ·         Teori Pendekatan Modigliani dan Miller
Dalam teori ini berpendapat bahwa Struktur Modal tidak mempengaruhi Perusahaan. Dalam hal ini telah dimasukkan faktor pajak. Sehingga nilai Perusahaan dengan hutang lebih tinggi dibandingkan dengan nilai perusahan tanpa hutang, Kenaikan tersebut dikarenakan adanya penghematan pajak.
·         Teori Trade-Off dalam Struktur Modal
Dalam kenyataan, ada hal-hal yang membuat perusahaan tidak bisa menggunakan hutang sebanyak banyaknya. Suatu hal yang terpenting adalah dengan semakin tingginya hutang, akan semakin tinggi kemungkinan kebangkrutan. Biaya kebangkrutan tersebut bisa cukup signifikan. Biaya tersebut terdiri dari 2 (dua) hal, yaitu :
a.       Biaya Langsung
Yaitu, biaya yang dikeluarkan untuk membayar biaya administrasi, atau biaya lainnya yang sejenis.
b.      Biaya Tidak Langsung
Yaitu, biaya yang terjadi karena dalam kondisi kebangkrutan, perusahaan lain atau pihak lain tidak mau berhubungan dengan perusahaan secara             normal. Misalnya Suplier tidak akan mau memasok barang karena mengkwatirkan kemungkinan tidak akan membayar.
Biaya lain dari peningkatan hutang adalah meningkatnya biaya keagenan antara pemegang hutang dengan pemegang saham akan meningkat, karena potensi kerugian yang dialami oleh pemegang hutang akan meningkatkan pengawasan terhadap perusahaan. Pengawasan bisa dilakukan dalam bentuk biaya biaya monitoring (Persyaratan yang lebih ketat) dan bisa dalam bentuk kenaikan tingkat bunga
·         Teori Pecking Order
Teori Trade-Off mempunyai implikasi bahwa manager akan berfikir dalam kerangka trade-off antara penghematan pajak dan biaya kebangkrutan dalam penentuan Struktur Modal. Dalam kenyataan empiris nampaknya jarang manager keuangan yang berfikir demikian.

Secara spesifik, perusahaan mempunyai urutan-urutan prefensi dalam penggunaan dana. Skenario urutan dalam Teori Pecking Order adalah sebagai berikut :
a.       Perusahaan memilih pandangan internal. Dana internal tersebut diperoleh dari laba (keuntungan) yang dihasilkan dari kegiatan perusahaan.
b.      Perusahaan menhitung target rasio pembayaran didasarkan pada perkiraan kesempatan investasi.
c.       Karena kebijakan deviden yang konstan, digabung dengan fluktuasi keuntungan dan kesempatan investasi yang tidak bisa diprediksi, akan             menyebabkan aliran kas yang diterima oleh perusahaan akan lebih besar dibandingkan dengan pengeluaran investasi pada saat saat tertentu dan             akan lebih kecil pada saat yang lain.
d.      Jika padangan eksternal diperlukan, perusahaan akan mengeluarkan surat berharga yang paling aman terlebih dulu. Perusahaan akan memulai              dengan hutang, kemudian dengan surat berharga campuran seperti obligasi konvertibel, dan kemudian barangkali saham sebagai pilihan terakhir.

Teori Pecking Order ini bisa menjelaskan mengapa perusahaan yang mempunyai tingkat keuntungan yang lebih tinggi justru mempunyai tingkat hutang yang lebih kecil.
·         Teori Asimetri Informasi dan Signaling
Teori ini mengatakan bahwa dalam pihak pihak yang berkaitan dengan perusahaan tidak mempunyai informasi yang sama mengenai prospek dan resiko perusahaan. Pihak tertentu mempunyai informasi yang lebih dari pihak lainnya.
Teori ini terdiri dari Teori :
a.       Myers dan Majluf
Menurut Teori ini ada asimetri informasi antara manger dengan pihak luar. Manager mempunyai informasi yang lebih lengkap mengenai kondisi                                   perusahaan dibandingan pihak luar.
b.      Signaling
Mengembangkan model dimana struktur modal (penggunaan hutang) merupakan signal yang disampaikan oleh manager ke pasar. Jika manager mempunyai keyakinan bahwa prospek perusahaan baik, dan karenanya ingin agar saham tersebut meningkat, ia ingin megkomunikasikan hal tersebut kepada investor. Manager bisa menggunakan hutang lebih banyak sebagai signal yang lebih credible. Karena perusahaan yang meningkatkan hutang bisa dipandang sebagai perusahaan yang yakin dengan prospek perusahaan di masa mendatang. Investor diharapkan akan menangkap signal tersebut, signal bahwa perusahaan mempunyai prospek yang baik.

Teori-teori yang lainnya:
1.      Pendekatan Teori Keagenan (Agency Approach)
Menurut pendekatan ini, struktur modal disusun untuk mengurangi konflik antar berbagai kelompok kepentingan. Konflik antara pemegang saham dengan manager adalah konsep free-cash flow.  Ada kecenderungan manager ingin menahan sumber daya  sehingga mempunyai control atas sumber daya tersebut. Hutang bisa dianggap sebagai cara untuk mengurangi konflik leagenan free cash flow. Jika perusahaan menggunakan hutang, maka manager akan dipaksa untuk mengeluarkan kas dari perusahaan untuk membayar bunga.
2.      Pendekatan Interaksi Produk
Teori ini berangkat dari teori organisasi industri dan relatif  baru, dibandingkan dengan teori lainnya. Ada dua kategori dalam pendekatan ini, yaitu Strategi dan Menjelaskan hubungan antara Struktur Modal dengan karakteristik produk atau input.
3.      Konteks atas Pengendalian Perusahaan
Beberapa penemuan pendekatan ini adalah perusahaan yang menjadi target (dalam pengambilalihan) akan meningkatkan tingkat hutangnya, berhubungan dengan kemungkinan sukses tender offer (penawaran terbuka pada proses pengamalihan usaha).



2.3 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Struktur Modal
Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi Struktur Modal antara lain :
1.      Struktur Aktiva (Tangibility)
Kebanyakan perusahaan industri yang sebagian besar modalnya tertanam dalam aktiva tetap , akan mengutamakan pemenuhan modalnya dari modal yang permanent yaitu modal sendiri, sedangkan hutang bersifat pelengkap. Perusahaan yang semakin besar aktivanya terdiri dari aktiva lancer akan cenderung mengutamakan pemenuhan  kebutuhan dana dengan utang. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh struktur aktiva terhadap struktur modal suatu perusahaan.
2.      Growth Opportunity
Yaitu kesempatan perusahaan untuk melakukan investasi pada hal-hal yang menguntungkan. Teori Agency menggambarkan hubungan yang negative antara Growth Opprtunity dan leverage. Perusahaan dengan tingkat leverage yang tinggi cenderung akan melewatkan kesempatan  dalam berinvestasi pada kesempatan investasi yang menguntungkan.
3.      Ukuran Perusahaan (Firm Size)
Perusahaan besar cenderung akan melakukan diversifikasi usaha lebih banyak dari pada perusahaan kecil. Oleh karena itu kemungkinan kegagalan dalam menjalankan usaha atau kebangkrutan akan  lebih kecil. Ukuran perusahaan sering dijadikan indicator bagi kemungkinan terjadinya kebangkrutan bagi suatu perusahaan, dimana perusahaan dalam ukuran lebih besar dipandang lebih mampu menghadapi krisis dalam menjalankan usahanya.
4.      Profitabiltas
Teori Pecking Order mengatakan bahwa perusahaan lebih menyukai  internal funding. Perusahaan dengan frofitalitas yang tinggi tentu memiliki dana internal yang lebih banyak dari pada perusahaan dengan profitalitas rendah.
Perusahaan dengan tingkat pengembalian yang tinggi  investasi menggunakan utang yang relative kecil (Bringham & Houston, 2001).Tingkat pengembalian yang tinggi memungkinkan untuk membiayai sebagian besar kebutuhan pendanaan dengan dana yang dihasilkan secara internal. Hal ini menunjukkan bahwa profitalitas berpengaruh terhadap struktur modal perusahaan.Semakin tinggi keuntungan yang diperoleh berarti semakin rendah utang.
5.      Risiko Bisnis
Risiko Bisnis akan mempersulit perusahaan dalam melaksanakan pendanaan eksternal, sehingga secara teori akan berpengaruh negative terhadap leverage perusahaan.

2.4 Jenis-Jenis Modal
Terminonogi modal menunjukkan sumber dana yang digunakan pada
suatu perusahaan. Modal meliputi semua komponen di sisi pasiva pada neraca
perusahaan kecuali hutang lancar.Modal terdiri dari modal utang dan modal
sendiri/ekuitas.
Jenis-jenis modal antara lain:
1) Modal Pinjaman, termasuk semua pinjaman jangka panjang yang diperoleh perusahaan. Diketahui bahwa biaya modal pinjaman relatif lebih rendah dibandingkan dengan bentuk pinjaman lainnya, hal ini disebabkan karena mereka memperoleh risiko yang relatif kecil atas segala jenis modal jangka panjang, seperti:
a)      Pemegang modal pinjaman mempunyai prioritas terhadap pembayaran bunga atas pinjaman atau terhadap aset yang akan dijual untuk membayar utang.
b)      Pemegang modal pinjaman mempunyai kekuatan hukum atas pembayaran hutang dibandingkan dengan pemegang saham preferen atau saham biasa.
c)      Bunga pinjaman merupakan biaya yang dapat mengurangi pajak sehingga biaya modal pinjaman yang sebenarnya secara substansial menjadi lebih rendah.
2) Modal Sendiri/Ekuitas, merupakan modal jangka panjang yang diperoleh dari pemilik perusahaan/pemegang saham. Modal sendiri diharapkan tetap berada dalam perusahaan untuk jangka waktu yang tidak terbatas sedangkan modal pinjaman mempunyai jatuh tempo. Ada dua sumber utama modal sendiri, yaitu:
Dalam perusahaan yang berbentuk perseroan terbatas modal sendiri dapat dibagi menjadi:
A.    Modal saham
Menurut Dahlan Siamat (2005:507) saham adalah: Surat bukti atau tanda kepemilikan bagian modal pada perseroan terbatas.Secara sederhana saham dapat didefinisikan sebagai tanda penyertaan/pemilikan seseorang/badan dalam suatu perusahaan. Dalam transaksi jual beli di Bursa Efek,saham merupakan instrumen yang paling dominan diperdagangkan.
1.      Saham Biasa (Common Stock)
Saham biasa adalah bentuk komponen modal jangka panjang yang ditanamkan oleh investor, dengan memiliki saham ini berarti ia membeli prospek dan siap menanggung segala risiko sebesar dana yang ditanamkan.
2.       Saham Preferen (Preferred Stock)
Saham preferen bentuk komponen modal jangka panjang yang merupakan kombinasi antara modal sendiri dengan hutang jangka panjang.
B.     Keuntungan (laba) yang ditahan
Laba yang ditahan adalah bagian laba yang ditanam kembali dalam perusahaan. Laba yang diperoleh tidak semuanya dibagikan kepada para pemilik (pemegang saham) sebagai dividen, tetapi sebagian akan ditahan dan ditanamkan kembali dalam perusahaan untuk membiayai keperluan perusahaan.

2.5 Komponen Struktur Modal
Komponen-komponen struktur modal adalah (Bambang Riyanto, 2002:238 dalam penelitian Dedy Setyo, 2007).
1. Modal asing atau modal jangka panjang
Yaitu hutang yang jangka waktunya pada umumnya lebih dari lima tahun. Hutang jangka panjang ini pada umumnya digunakan untuk membelanjai perluasan perusahaan (ekspansi) atau modernisasi dari perusahaan karena kebutuhan modal untuk keperluan tersebut meliputi jumlah yang besar.
Jenis – jenis hutang jangka panjang adalah :
A.    Obligasi atau bonds adalah surat berharga atau sertifikat yang berisi kontrak jangka panjang antara pemberi pinjaman dengan yang diberi pinjaman. Dimana peminjam dana setuju untuk membayar bunga dan pokok pinjaman, pada tanggal tertentu kepada pemegang obligasi. Obligasi berdasarkan jenisnya yaitu :
a.       Obligasi bunga tetap ( fixed rate bond)
Obligasi yang menawarkan bunga tetap selama jangka waktu obligasi tersebut ( di Indonesia biasanya berjangka waktu lima tahun ). Bunga yang dibayarkan mungkin dilakukan setahun sekali, tetapi bisa juga dilakukan setiap semester ( 6 bulan).
b.      Obligasi bunga mengambang (floating rate bond)
Obligasi yang pembayaran bunganya tidak tetap dan disesuaikan dengan tingkat bunga pasar secara berkala. Penentuan tingkat bunga obligasi misal didasarkan pada tingkat bunga rata – rata deposito berjangka ditambah sejumlah persentase tertentu di atas rata – rata tingkat bunga deposito tersebut.
c.        Obligasi tanpa bunga ( zero coupon bond)
Obligasi jenis ini dijual dengan harga yang lebih rendah daripada nilai nominal obligasinya (discounted basis) pada saat jatuh tempo, obligasi tersebut dilunasi sesuai dengan nilai nominalnya.
d.      Obligasi konversi
Sekilas tidak ada bedanya dengan obligasi biasa yaitu memberikan coupon yang tetap, memiliki jatuh tempo dan memiliki nilai pari. Hanya saja obligasi konversi memiliki keunikan yaitu dapat ditukarkan dengan saham biasa. Pada obligasi konversi selalu tercantum persyaratan untuk melakukan konversi.
B.     Pinjaman Hipotik adalah bentuk hutang jangka panjang dengan aktiva tidak bergerak dimana kreditur diberi hak hipotik terhadap aktiva tersebut artinya apabila debitur tidak memenuhi kewajibannya maka barang jaminan tersebut dapat untuk menutupi utangnya.




BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Dari   uraian  yang  telah   di tulis   maka  dapat  diambil   kesimpulan  sebagai   berikut   :
1.      Bahwa Struktur Aktiva (Tangibility),Growth Opportunity, Ukuran Perusahaan (Firm Size), Profitabiltas dan  Risiko Bisnis baik secara simultan maupun parsial mempunyai pengaruh pada Keputusan Struktur Modal Suatu Perusahaan.
2.       Dari faktor-faktort  tersebut mempunyai pengaruh satu dengan yang lainnya. Sehing dengan demikian Para Investor, Kreditor maupun Managemen Perusahaan  hendaknya memberikan perhatian yang lebih kepada informasi atas faktor-faktor yang mempengaruhi tersebut.

3.2 Saran
Seorang manajer harus teliti dalam membuat Keputusan Struktur Modal, karena secara langsung berpengaruh  terhadap besarnya  risiko yang ditanggung pemegang saham beserta besarnya tingkat pengembalian  atau tingkat keuntungan yang diharapkan.
Keputusan Struktur Modal yang diambil oleh  manager tersebut tidak saja berpengaruh terhadap profitalitas perusahaan , tetapi juga berpengaruh terhadap resiko yang dihadapi oleh perusahaan.








DAFTAR PUSTAKA

  F. Brigham. Eugene, joel F. Houton. .2009. Fundamentals of Financial Management. Jakarta: Salemba 4.
  Agus Sartono. 2000. Manajemen keuangan edisi 3. Yogyakarta: BPFE
  Brigham and Houston. 2006. Manajemen Keuangan Buku 2 Edisi 8. (Penerjemah: Ali Akbar Yulianto, Jakarta: Erlangga).
  Najmudin. 2011. Manajemen keuangan dan aktualisasi syari’ah modern. Yogyakarta: Andi.
 Ambarwati Sri Dwi Ari. 2010. Manajemen Keuangan Lanjut. Graha Ilmu.